Showing posts with label Chinatown. Show all posts
Showing posts with label Chinatown. Show all posts

Sunday, 26 August 2012

Goodbye Singapore, Hello Bali

Panas teriknya Singapore di siang ini tidak menyurutkan langkah kami untuk segera melangkahkan kaki ke People Park Complex (珍珠坊)yang berada di kawasan Chinatown dengan menggunakan MRT. Tempat yang juga bersebelahan dengan People Park Center ini merupakan area belanja bernuansa etnik yang tidak lepas dari pengaruh budaya Tionghoa yang begitu erat dapat dirasakan disini. Penjaja bakcang (jajanan dari ketan dan daging babi) begitu menggugah selera kami untuk segera mengisi perut dengan makanan seharga 2 SGD. Selain itu, juga terdapat OG Department Store di tempat ini yang cukup besar dibandingkan dengan OG yang terdapat di Bugis. Bagi Anda yang mau membeli balsem Tiger Balm khas Singapore, Chinatown merupakan tempat yang tepat untuk membelinya.

Setelah dari area Chinatown, kami pun berpindah ke stasiun MRT Ferrer Park yang berada di kawasan Little India untuk mengunjungi Mustafa Center, pusat perbelanjaan komplit yang buka 24 jam. Mustafa Center ini sering menjadi rujukan bagi turis-turis asal Indonesia karena selain barangnya yang super-komplit, harga barang disini (untuk beberapa item) juga jauh lebih murah apabila dibandingkan di dalam negeri. Sebut saja misalnya beberapa parfum merek ternama seperti Burberry atau Hugo, disini hanya dipatok sekitar SGD 70-80 atau sekitar Rp 500-600 ribu. Item produk yang sama bisa mencapai harga lebih dari Rp 1 juta di department store terkenal di tanah air seperti Sogo atau Centro. Setelah kami mencoba membeli, parfum ini dapat dikatakan memang asli yang terbukti dari kualitasnya.

Setelah berkeliling sebentar di area Orchard Road, kami pun kembali untuk mengambil barang di hotel untuk kemudian menuju Bandara Changi untuk kembali ke Bali. Welcome home!! :)

Friday, 1 June 2012

Singa, Mana Singa?

Datang dari Indonesia dan sempat merasakan suasana Malaysia selama dua hari, membuat Singapura serasa menjadi kota yang teramat modern. Singapore atau Republik Singapura merupakan negara kota yang terletak di lepas ujung selatan Semenanjung Malaya. Jumlah penduduknya melebihi 5 juta jiwa namun hampir setengahnya merupakan orang asing yang bekerja dan menuntut ilmu di sana. Luas negara Singapore adalah 694 km2 atau tidak lebih luas dari Ibukota Jakarta. Namun selain sebagai pusat keuangan terdepan keempat di dunia, Singapura juga merupakan kota kosmopolitan berkelas dunia yang memainkan peran penting dalam berbagai sektor industri, perdagangan dan keuangan internasional. Pelabuhan Singapura merupakan pelabuhan tersibuk kelima di dunia yang menopang posisinya sebagai negara dengan pendapatan per kapita terbesar ketiga di dunia.

Moda transportasi massal yang sudah begitu berkembang membuat Kota Singa ini menjadi salah satu favorit traveler dari seluruh dunia untuk terus mengunjunginya. MRT, bus kota, hingga taksi tersedia begitu banyak dan menjangkau hingga kawasan paling pelosok sekalipun. (Untuk menggunakan MRT dan bus, belilah kartu EZlink dengan harga $15 dimana $5 adalah tidak dapat dikembalikan dan $10 menjadi saldo yang dapat dipakai.) Ditambah dengan landmark kota yang begitu variatif, lengkap sudah pengalaman traveling di Singapura. Rute pertama berjalan-jalan hari ini dimulai dari kawasan Bugis yang bisa dijangkau melalui stasiun MRT Bugis. Stasiun MRT ini berada persis di bawah department store bernama BHG, dimana di lantai bawahnya juga terdapat food court mini yang selain menyediakan makanan khas Singapura juga menjual cemilan yang sangat terkenal itu yakni Old Chang Kee dengan versi yang lebih lengkap dibandingkan cabangnya di Jakarta. Di seberang tempat belanja ini terdapat Bugis Junction, sebuah mall dengan konsep pedestrian walk namun ber-AC.

Bugis Street.
Di seberang dari Bugis Junction, terdapat Bugis Street yang begitu terkenal. Pemandangan manusia berjejal, sebagiannya berasal dari Indonesia, memilih-menawar-membeli sekumpulan souvenir, baju, aksesoris, dll. Di bagian paling depan dari Bugis Street juga terdapat penjual jus buah seharga 1$ yang terkenal, dan di sampingnya terdapat Bee Cheng Hiang atau dendeng yang terkenal mahal namun sangat lezat yang kini juga telah membuka beberapa store di Jakarta dan Surabaya. Dari Bugis Street, jalan terus melalui lapak-lapak berderet teratur dengan begitu banyak toko yang begitu bising, sampailah di OG Department Store di sebelah kanan. OG ini seperti Matahari atau Metro kalau di Indonesia, barangnya bagus-bagus, harganya terjangkau, dan sering ada diskon. Sayang saat itu kaki sudah tidak mendukung untuk terus berjalan, padahal di ujung jalan itu masih terdapat Sim Lim Square, pusat elektronik yang terkenal di Singapura.

Puas berkeliling di wilayah Bugis, kami pun segera beranjak menuju ke IMM Shopping Mall di kawasan Jurong East dengan menggunakan MRT dan turun di Jurong East MRT Station (setelah itu lanjut dengan menggunakan shuttle bus gratis yang disediakan oleh pihak mall.) Mall 5 lantai ini terkenal dengan toko retail dan factory outlet yang memberikan diskon dari waktu ke waktu seperti Timberland, Esprit, G2000, i-Outlet (Crocs), Giordano, Bossini, 25-Hour, Factory Direct Sale and New Balance, serta Samsonite. Selain itu masih ada toko lifestyle lain seperti Best Denki, Daiso, dan Sony Style.

MARINA BAY SANDS


Marina Bay Sands
Sorenya, kami mengunjungi salah satu landmark baru Singapura yakni Marina Bay Sands, sebuah pusat hiburan terpadu yang menghadap Teluk Marina. Dikembangkan oleh Las Vegas Sands, Marina Bay menghabiskan dana sekitar Rp 56 triliun untuk pembangunannya yang berupa kasino, hotel, tempat belanja, museum, serta cafe dan restoran. Kesan sangat mewah begitu terasa begitu kami menginjakkan kaki di area mall yang dapat dicapai dengan MRT Bayfront ini. Setelah puas berjalan-jalan di area mall, kami pun mencoba untuk memasuki area kasino yang konon merupakan kasino termegah kedua di dunia setelah induknya di Las Vegas ini. Setelah melalui tahap pemeriksaan pakaian (gunakanlah pakaian smart casual - tidak diperkenankan menggunakan sandal jepit), paspor, maka kami pun diijinkan untuk masuk. Namun sayang, kami tidak diperkenankan untuk mengambil foto di tempat ini. Selain kasino, Marina Bay Sands juga dilengkapi dengan sebuah mall kelas middle-up yang menawarkan berbagai merek ternama seperti Louis Vuitton, Boss, Salvatore Ferragamo serta restoran kelas atas seperti Ku De Ta yang juga mempunyai cabang di pulau dewata, Bali.

INTERMEZZO: bertemu uncle di Chinatown

Waktu telah menunjukkan pukul 10 malam ketika kami memutuskan untuk keluar dari MBS dengan perut kelaparan karena tadi asyik berkeliling di Marina Bay Sands dan belum sempat makan malam sedangkan mall sudah menunjukkan tanda-tanda akan tutup. Beruntung MRT masih beroperasi dan kami pun memutuskan untuk makan malam di kawasan Chinatown yang memang masih ramai hingga tengah malam. Begitu keluar dari area Pagoda Street, kami pun bertanya kepada salah satu warga setempat, dia pun begitu ramah menjelaskan banyak hal tentang kawasan khas etnik itu kepada kami. Di akhir pertemuan, dia bertanya apakah kami berasal dari Indonesia, dan begitu kami menjawab iya, dia langsung kegirangan dan bercerita bahwa istrinya juga orang Indonesia yakni dari kawasan Riau. Wow!!

Malam itu kami akhirnya memilih Tiong Shian Porridge Centre 長城粥品 yang terletak di New Bridge Road yang terkenal dengan bubur aneka rasanya berkat rekomendasi dari uncle (orang Singapura biasa menyebut orang yang lebih tua sebagai uncle) yang beristrikan orang Indonesia tadi. Dan ternyata benar saja, rasanya sangat lezat, ditambah dengan sayup-sayup musik etnik Chinese kuno yang diputar melalui radio di atas meja, lampion berkelap-kelip yang digantung untuk memeriahkan suasana, banyak suara percakapan riuh rendah menggunakan bahasa Mandarin khas Singapura, benar-benar membawa kami ke kehidupan ala Shanghai malam itu.


Sesudah mengisi perut, kami pun kembali ke penginapan di daerah Clarke menggunakan bus.

-sekian perjalanan hari ketiga, see you on next chapter-

Wednesday, 2 May 2012

Kuala Lumpur: Jalan, Jajan, Belanja

Tiga hal ini memang selalu menjadi tujuan utama dari para pelancong setiap kali mendatangi sebuah tempat. Hal ini pula yang kami lakukan di pusat kota Kuala Lumpur, atau yang lebih sering disebut KL.

1. Bukit Bintang

Bukit Bintang

Merupakan sebuah jalanan panjang yang terdiri dari mal, cafe, restoran, minimarket, hingga sauna. Tak terhitung berapa jumlah restoran waralaba di sepanjang jalanan yang sering disebut sebagai Orchard Road-nya KL ini. Demikian juga dengan pusat perbelanjaan dan mal yang sangat menjamur di area yang dapat dijangkau dengan taksi atau monorail stasiun Bukit Bintang ini. Ketika malam hari, Bukit Bintang juga menjadi pusat hang out yang terus hidup dan bersinar terang bahkan hingga larut malam.



Pavilion Crystal Fountain
Mal yang menarik diantaranya adalah The Pavilion, sebuah mal yang di depannya terdapat Pavilion Crystal Fountain. Bentuknya seperti tiga buah mangkuk berbeda ukuran yang disusun ke atas, terbuat dari kristal kaca, dengan corak bunga hibiscus yang merupakan bunga nasional Malaysia sebagai simbol dari kemewahan, passion, dan kemajuan Malaysia. Tiga cawan tersebut melambangkan multiracial culture yang hidup dalam keselarasan. Sebagai catatan, saat ini pemerintah Malaysia sedang benar-benar mencanangkan kampanye "Satu Malaysia" sebagai usaha menyatukan tiga etnis besar disana yakni Melayu, Chinese, dan India. Kemudian pancaran air dari segala arah untuk mengisi cawan tersebut melambangkan sumber kesejahteraan dan berkat itu datang dari mana saja. Bahan dari kristal kaca tersebut melambangkan kemakmuran dari Kota Kuala Lumpur dan Negara Malaysia.

2. Suria KLCC - Menara Petronas


Menara Petronas
Gak lengkap rasanya mengunjungi Kuala Lumpur tanpa berfoto di menara Petronas, yang merupakan menara kembar tertinggi di dunia. Selain itu, di bawahnya persis terdapat mal yang dinamakan Suria KLCC. Sebuah mal yang tidak lebih bagus dari The Pavilion namun cukup lengkap dan besar sehingga sekilas nampak seperti Mal Taman Anggrek di Jakarta. Outlet-outlet yang menarik di Suria KLCC diantaranya adalah i-setan, Jimmy Choo, Kinokuniya Book Store, serta Vincci. Dari KLCC kita bisa langsung berfoto-foto dengan latar belakang Petronas Tower. Tempat yang bisa dijangkau dengan LRT ataupun taksi ini sangat luas, dan di depan area mal juga terdapat taman yang sangat pas untuk dijadikan tempat berfoto. Namun menurut pendapat pribadi saya, area Petronas yang merupakan CBD dari Kuala Lumpur belumlah seelit segitiga emas Jakarta yakni Sudirman-Thamrin, Rasuna Said-Gatot Subroto. Entah kenapa masih ada beberapa area yang belum tertata dengan rapi dan penataan taman yang masih sedikit terkesan semrawut. Namun taman di tengah jalan sudah sangat bagus dan rindang, mengingatkan saya akan Jalan Raya Darmo di Surabaya yang sangat rindang itu.


3. Central Market

Central Market yang merupakan gedung kuno bergaya Art-Deco yang di dalamnya berisi kios-kios yang menjual kerajinan khas Malaysia, lukisan, berbagai macam oleh-oleh, dan food court. Dapat diakses dengan LRT dan turun di stasiun Pasar Seni. Central Market dulunya adalah pasar tradisional yang kemudian pada tahun 1888 direnovasi untuk menampung para penjual di pasar tersebut. Gedung ini kemudian terus dilestarikan dan dibuat sebagai tempat belanja oleh-oleh bagi para turis. Banyak oleh-oleh khas Malaysia yang bisa kita dapatkan di sini. Diantaranya adalah miniatur Menara Petronas dan KL Tower, kaos bernuansa Malaysia, coklat Berryl beraneka rasa, bahkan hingga Secret Recipe, cake sangat lezat yang kini sudah bisa ditemukan di beberapa mal di Jakarta.

4. Petaling Street

Berjarak hanya beberapa puluh meter dari Central Market, Petaling Street merupakan Chinatown khas Kuala Lumpur yang identik dengan banyak barang kw (seperti di Mangga Dua) mulai dari jam tangan, tas bermerk, hingga pakaian. Namun jika Anda hendak berbelanja, wajiblah untuk menawar "setega" mungkin di tempat ini. Jika ingin mencari makan malam, inilah tempat yang pas, karena di sepanjang jalan begitu banyak makanan dan minuman yang dijual. Namun yang paling terkenal tentu adalah Ikan Panggang Portugis yang begitu legendaris. Letaknya persis di seberang Hong Leong Bank (tempatnya agak nyempit, cobalah untuk bertanya ke penjual di sekitarnya) dan tentu minuman Air Mata Kucing di depannya. Kedua makanan itu wajib dicoba bila Anda mengunjungi Petaling Street.

Sekian dulu perjalanan untuk hari pertama, see ya on the next chapter!! :D