Showing posts with label jalan-jalan. Show all posts
Showing posts with label jalan-jalan. Show all posts

Saturday, 26 November 2016

JOGJAKARTA TRAVEL GUIDE

Jogjakarta has always been my top local travel destinations in Indonesia, when I am writing these travel guide stories, I find it hard for me to start with them, not only because each place is different, they are also charming in their own way, if you ask me what I truly love the most about Jogjakarta, then it's most likely the humbleness of the overall, and the people.

Post ini bakal menjadi guidance buat kamu travelling di Jogjakarta, dan bagi first-timer, saya berharap postingan ini bakal ngebantu kamu. Tentu ini bukanlah list yang komplit karena saya disini dalam waktu yang terbatas. Normalnya untuk menelusuri Jogjakarta kamu bakal butuh 4 hari, hal ini termasuk mengunjungi Kota Solo atau Surakarta yang hanya berjarak 60 menit. I have been to Jogjakarta five times in my life and there is just something so mysterious about Jogjakarta that I find each visit to be quite different.

LOKAL RESTAURANT
(Twitter/Instagram: @lokal_id)

Begitu mendarat di Bandara Adi Sucipto, Restaurant Lokal menjadi lokasi breakfast kami. Tempat yang juga menjadi salah satu lokasi syuting AADC2 ini menawarkan berbagai menu lokal khas Jogjakarta dan masakan Indonesia secara umum.

Rate: 8/10
Price: Rp 30.000 - 50.000
Lokasi: Jalan Jembatan Merah NO.104C, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55283







HOUSE OF RAMINTEN

Tempat makan yang buka 24 jam, kental dengan nuansa mistis namun wajib dikunjungi. Menunya begitu unik dengan harga aman di kantong.

Rate: 7/10
Price: Rp 1.500 -  17.500
Lokasi: Jalan Faridan Muridan Noto No. 7, Kotabaru, Gondokusuman, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224

GUDEG BU DJUMINTEN

Selalu jadi favorit setiap kembali ke Jogja, rasanya yang pas antara campuran manis dan asin. Berlokasi sekitar 15 menit berkendara dari kawasan Malioboro, gudeg Bu Djuminten adalah must-visit kalau kamu berada di kota gudeg ini.

Rate: 7,5/10
Price: Rp 16.000 - 24.000
Lokasi: Jl. Poncowinatan No.51a, Gowongan, Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55233

IL TEMPO DE GELATO

Gelato ala Jogja yang tidak kalah dengan gelato di Bali! Rasanya begitu pas dan gak bikin eneg. Maklum karena ternyata empunya adalah warga Italy asli. Di tengah cuaca panas siang hari, Il Tempo De Gelato adalah surga! 

Rate: 7,5/10
Price: Rp 24.000 - 30.000
Lokasi: Jl. Prawirotaman No.43, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55153






SATE KLATAK PAK BARI

Juga merupakan salah satu lokasi syuting film AADC2, sate daging sapi yang dimasak dengan jeruji besi ini merupakan masakan khas Jogja. Kematangan yang merata dan gurih merupakan rahasia kelezatannya. Jangan sampai salah, karena di lokasi ini begitu banyak terdapat pilihan sate klatak, namun yang paling terkenal adalah Pak Bari.

Rate: 7/10
Price: Rp 20.000 - 40.000
Lokasi: Jl. Kedaton, Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

ROASTER AND BEAR
(Instagram: @roasterandbear)

Konsep cafe & resto kekinian yang Instagramable, lokasinya di Jalan Mangkubumi yang hanya 10 menit dari Malioboro dan 1 menit dari Tugu Jogja membuat Roaster and Bear tidak pernah sepi pengunjung. Masakan dan kue yang dihidangkan juga nikmat dengan harga yang masih reasonable. Disini, kita bisa berfoto bersama boneka Bear yang sangat besar.

Rate: 8/10
Price: Rp 35.000 - 55.000
Lokasi: Jl. Margo Utomo No.52, Gowongan, Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55233





JEJAMURAN

Cukup terkenal di kalangan wisatawan karena lokasi restaurantnya yang cukup strategis dan di jalur Jogja-Magelang dan pasti dilewati oleh wisatawan yang hendak menuju atau kembali dari kawasan Candi Borobudur. Seluruh masakan yang dihidangkan adalah terbuat dari jamur. Apabila Anda kembali dari Borobudur di siang atau sore hari, jangan lupa untuk mampir di Jejamuran.

Rate: 7.5/10
Price: Rp 45.000 - 60.000
Lokasi: Jalan Pramuka, Niron, Pandowoharjo, Kec. Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55512.


Selain beberapa wisata kuliner di atas, Jogjakarta juga kental akan nuansa sejarah dan budaya. Beberapa tempat yang wajib kamu kunjungi di Jogjakarta:

CANDI PRAMBANAN



TAMAN SARI WATER CASTLE 



RUMAH DOA BUKIT RHEMA (GEREJA AYAM) 

Selain tempat di atas, tentunya adalah wajib sifatnya untuk mengunjungi tempat must-visit di Jogja seperti Malioboro, Keraton Jogja, Museum Benteng Vredeburg, Candi Ratu Boko, serta Wisata Alam Kali Biru yang semakin terkenal.

TRANSPORTASI

Apabila ingin menggunakan transportasi umum, TransJogja merupakan layanan mass road transport yang cukup reliable dan handal. Selama disana, kami beberapa kali menggunakan layanan bus ini. Bagi kalian yang memiliki Flazz BCA & Mandiri e-Money, kedua kartu cashless ini bisa digunakan di shelter TransJogja dan mendapatkan potongan harga (menjadi hanya Rp 2.400 dibandingkan harga normal Rp 3.500). TransJogja terdiri dari 4 line dan dapat menjangkau beberapa lokasi penting seperti Bandara Adi Sucipto, Candi Prambanan, Malioboro (ada tiga shelter yakni Stasiun Tugu, Malioboro Mal, dan Pasar Beringharjo), Tugu Jogja, Terminal Jombor, hingga Tugu Monjali. Saya pribadi tidak menganjurkan penggunaan angkot, delman, ataupun becak (apalagi apabila Anda tidak menguasai jalanan kota Jogja).

Dalam kunjungan terakhir ke Jogjakarta, kami juga sempat mencoba layanan taxi online berbasis aplikasi yakni SayTaxi dan menurut saya layanan yang diberikan sangatlah reliable dan nyaman dengan jumlah armada yang cukup banyak. Harganya pun masih relatif murah apabila dibandingkan dengan taxi konvensional.

"Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera orang duduk bersila"
KLA PROJECT - JOGJAKARTA
Quoting KLA Project's famous 90s hit "Jogjakarta" and it perfectly describes Malioboro's food scene where it's packed with food stalls Lesehan style where people sit on the floor shoeless. 

Yogyakarta is beautiful in every possible way, it has this beautiful blend of everlasting old culture and young soul. It's the smile and kind heart of the people that leaves the biggest love in my heart. Can't wait to go back to Jogjakarta soon! I hope you enjoy reading this post and I hope this is beneficial for you too. 

Anda punya rekomendasi atau ulasan tentang tempat lain di Jogjakarta? Drop di kolom comment ya! ;)

Saturday, 29 August 2015

Tempat Wajib Dikunjungi di Yogyakarta dan Sekitarnya

Apabila Anda mengunjungi Kota Yogyakarta, sayang kalo gak mengunjungi tempat-tempat yang menarik dan terkenal dari kota budaya nan istimewa ini. Berikut adalah tempat yang wajib dikunjungi di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya versi @agung_putrajoyo :











1. Candi Prambanan
Candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun sejak abad ke-9 Masehi. Disebut-sebut sebagai salah satu peninggalan candi terindah di Asia Tenggara serta nilai historis yang dikandungnya, maka tak heran apabila candi ini diresmikan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.

Candi Prambanan bisa diakses dengan bus Trans Jogja line 1A, 1B, dan 3A. Apabila Anda stay di Malioboro area, bus 1A dapat diakses dari halte Malioboro 1 (Jalan Sosrowijayan dan sekitarnya), Malioboro 2 (Jalan Dagen dan sekitarnya), maupun Malioboro 3 (Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, dll).


2. Malioboro Area
Belum lengkap rasanya ke Yogyakarta kalau belum mengunjungi jalanan legendaris ini. Mulai dari pemusik jalanan, food-stall, toko batik, hingga pusat oleh-oleh ada disini. Bagi yang mau stay di wilayah ini, di Jl. Maliboro begitu banyak terdapat pilihan hotel mulai dari hotel melati hingga hotel berbintang. Namun untuk harga yang lebih terjangkau, cobalah untuk eksplor kawasan Jl. Dagen dan Jl. Sosrowijayan yang dapat dicapai hanya sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Kereta Api Tugu Yogyakarta atau halte TransJogja shelter Malioboro. Saat malam hari, jangan lupa untuk mengunjungi Mirota Batik, sebuah supermarket lengkap yang menjajakan segala barang khas Jogja mulai dari batik, kain, hingga pajangan dan benda antik lainnya.

3.  Candi Borobudur
Terletak di kawasan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Candi Borobudur didirikan sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Atas upaya besar dari pemerintah Indonesia pada kurun waktu 1975 - 1982 untuk merevitalisasi kawasan Candi Borobudur, UNESCO meresmikannya sebagai salah satu Situs Warisan Dunia pada tahun 1991.

Apabila Anda mengunjungi Jogja namun tidak menyewa kendaraan pribadi untuk berkeliling, jangan khawatir tidak dapat ikut menikmati keindahan Candi Borobudur yang terletak sekitar 40 kilometer arah barat laut Yogyakarta ini. Borobudur dapat juga diakses menggunakan kendaraan umum berupa bus yang dapat Anda capai dari Terminal Jombor. Untuk menuju Terminal ini, Anda dapat menggunakan TransJogja line 2A dan 2B. Caranya sangat mudah, yang Anda perlu lakukan hanyalah banyak bertanya pada petugas atau kondektur TransJogja. Umumnya mereka sangatlah helpful dan ramah apabila ditanya-tanya oleh wisatawan. Jangan lupa untuk selalu tersenyum karena Jogja adalah kota yang ramah bagi siapapun. Untuk Anda yang ingin tahu lebih detail tentang cara naik bus umum ke Borobudur ini, baca juga posting saya sebelumnya disini.


4. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Merupakan istana resmi dari Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi di Kota Yogyakarta. Walaupun kesultanan tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950, kompleks bangunan keraton ini juga masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang terus menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. Keraton kini juga menjadi salah satu objek wisata di Kota Yogyakarta.
 

5. Pasar Beringharjo
Selain nilai historisnya yang tidak dapat dipisahkan dengan Keraton Yogyakarta, Pasar Beringharjo merupakan tempat yang lengkap untuk berbelanja kain batik, pakaian, jajanan pasar, hingga barang antik. Buka mulai pukul 09.00 - 16.00, pasar yang setiap hari selalu ramai oleh wisatawan maupun warga lokal ini tidak dapat dilewatkan apabila Anda mengunjungi Yogyakarta. Siapkan kemampuan tawar-menawar yang baik untuk mendapatkan harga termurah di pasar ini dan dijamin senyum akan mengembang ketika Anda keluar dari pasar ini. (Halte TransJogja: Malioboro 3).

6. Museum Benteng Vredeburg
Terletak hanya selemparan batu dari Pasar Beringharjo, Museum Benteng Vredeburg dapat dinikmati dengan biaya tiket masuk hanya Rp 2.000,-. Setelah seharian berjalan kaki menikmati Keraton, kemudian berbelanja di Pasar Beringharjo, museum ini merupakan tempat yang sangatlah tepat untuk berlindung dari panasnya siang di Jogja mengingat ruangannya yang full AC serta penuh dengan diorama yang sangatlah informatif, edukatif, serta cukup entertaining. (Halte TransJogja: Malioboro 3).

7. House of Raminten
Memiliki 3 buah cabang di Kota Yogyakarta, namun yang paling ramai dan banyak dikunjungi adalah di Jalan FM Noto no 7 Kotabaru. Tempat ini sedikit berkesan mistis, namun janganlah khawatir karena makanan yang disajikan cukup lezat dan nuansa Jawa yang kental membuat kunjungan Anda kesini pastilah akan berkesan.

8. Bakmi Kadin dan Bakmi Pele
Keduanya memiliki kesamaan, yakni bakmi khas Jawa yang mempunyai aroma spesial karena dimasak di atas tungku dan arang sehingga menimbulkan cita rasa yang tidak ada dimanapun. Bagi Anda yang hanya memiliki waktu sedikit, saran saya kunjungilah Bakmi Kadin, karena antrian di Bakmi Pele biasanya cukup panjang dan bisa mencapai 60 - 120 menit dari waktu pesan hingga hidangan siap. Namun apabila Anda memiliki waktu yang panjang, cobalah Bakmi Pele. Sambil menunggu pesanan, Anda dapat berjalan-jalan di sekitar alun-alun utara Jogja.

Demikianlah ringkasan tempat wisata serta kuliner yang wajib Anda kunjungi di Kota Yogyakarta dan sekitarnya, semoga selalu menginspirasi Anda semua untuk berwisata dalam negeri. Salam traveler!!


Saturday, 20 December 2014

Harinya Hari Raya

Bali, Desember 2014. Waktu akhir-akhir ini seakan penuh dengan berbagai perayaan. 17 Desember lalu, umat Hindu di seluruh Indonesia merayakan hari raya Galungan. Beberapa hari lagi, seluruh umat Nasrani juga akan memperingati Natal sebagai momentum kelahiran Yesus Kristus. Dan tentunya puncak perayaan bulan ini akan tumpah ruah pada Tahun Baru 2015.

Sebagai warga Bali, ada kemacetan tidak biasa yang kembali terulang dari tahun ke tahun setiap momen peak-season seperti Lebaran atau Tahun Baru tiba. Sudah banyak diskusi dari pihak pemerintah provinsi Bali selaku pemangku kepentingan di pulau ini untuk mengurangi bahkan menghilangkan kemacetan yang semakin akut ini, namun hingga saat ini belum ada solusi berarti selain bersabar dan menanti.

2015, tahun baru semoga akan membawa keceriaan baru, harapan baru bagi kita. Dua bulan sudah pemerintahan baru bekerja, kerangka kerjanya sudah terlihat nyata walaupun presiden juga bukan superman dan tentu butuh waktu untuk menikmati hasil pembangunan dan pertumbuhan negara.

Seperti kata Presiden Jokowi, 2015 adalah tahunnya kerja, kerja, dan kerja!!

Oh iya, di penghujung tahun ini mungkin akan ada update blog berseri mengisahkan perjalanan jalan-jalan ke negeri Tiongkok beberapa waktu lalu. Kisah ini akan terbagi dalam beberapa part karena perjalanan itu sendiri terbagi atas 4 kota dan 11 hari. Maaf kalau updatenya sedikit (atau banyak?) terlambat karena faktor waktu dan kesibukan yang menumpuk akhir-akhir ini.

Salam.

Sunday, 20 October 2013

Ho Chi Minh City: Discovering heritage part and war remnants (Part 3 of 3)

Setelah puas mengelilingi daerah luar kota Saigon, hari ini kita akan menghabiskan waktu hanya untuk mengeksplor daerah Ho Chi Minh City dengan.. berjalan kaki. YA! Berjalan kaki merupakan pilihan paling tepat untuk melihat setiap detil dari kota ini. Sebagian besar dari atraksi wisata juga terletak di district 1, pedestrian way yang lebar dan indah, ditambah dengan taman kota yang begitu rindang rasanya tidak sulit untuk berjalan kaki di salah satu kota favorit saya di Asia Tenggara ini.

Pagi di Ho Chi Minh City kami buka dengan meminum es kopi yang banyak dijual di warung-warung dekat hotel kami di Bui Vien Street (Ben Tanh Market area). Setelah puas menikmati kopi sambil melihat orang berlalu-lalang pertanda telah dimulainya pagi di kota Saigon, kami pun beranjak untuk membeli Banh Mi, sejenis roti yang diisi dengan sosis dan sayur lalu diberi bumbu spesial dan mayonaise. Rasanya sungguh lezat membuat kami siap untuk berjalan kaki sepanjang pagi hingga sore ini.

Gereja Notre Dame, Saigon.
Pemberhentian pertama kami adalah Catedral Notre Dame yang merupakan Gereja Katolik tertua di kota ini. Bangunannya yang masih apik dan terawat serta dilengkapi dengan patung Bunda Maria di depannya membuat gereja ini masih sering dijadikan lokasi pre-wedding oleh beberapa pasangan. Saat kami berada disana pun ada sekitar tiga pasangan yang sedang mengambil foto mesra asyik masyuk. *melipir*

Oh ya, konon katanya sekitar bulan Oktober 2005, patung Bunda Maria di depan Gereja Catedral Notre Dame ini pernah mengeluarkan air mata berwarna merah yang membuat heboh seisi kota Saigon dan setelah itu begitu banyak orang dari berbagai tempat datang untuk melihat hal ini.

Dari sana kita menuju ke Bui Vien alias kantor pos Saigon (Bưu điện Thành phò Hò Chi Minh). Bangunan indah yang berdampingan dengan Gereja Katedral ini dirancang oleh Gustave Eiffel, perancang menara Eiffel di Paris, Prancis. Ini bukanlah kantor pos biasa, namun sebuah karya seni peninggalan sejarah yang tampak berjajar dengan serasi dengan Catedral Notre Dame.

Reunification Palace, Saigon.
Puas dari sana dan menikmati indahnya taman kota Saigon, kami segera beranjak sedikit menuju Reunification Palace atau yang dulunya merupakan istana Presiden Vietnam Selatan. Dibangun pada awal tahun 1960an dan dirancang oleh arsitek Vietnam terkemuka Ngo Viet Thu, disinilah tempat tinggal dan juga kantor Presiden Vietnam Selatan sampai tentara komunis Vietnam Utara akhirnya berhasil merebut istana ini pada tanggal 30 April 1975.

Dengan kemenangan Vietnam Utara, maka berakhirlah perang Vietnam dan tentara Amerika pun melarikan diri. Tanggal 30 April pun diperingati sebagai "The Fall of Saigon" dan menandai bersatunya kembali negara Vietnam. Tepat dihalaman istana terpajang dua buah tank yang digunakan oleh tentara Vietnam Utara untuk merubuhkan pintu gerbang istana ini. Untuk memperingati kejadian bersejarah itu, istana ini selanjutnya dijadikan museum dan disebut sebagai "Reunification Palace".

Malam di Ho Chi Minh City.

Kami pun menikmati malam hari di sekitar Opera House. Setelah keluar masuk Diamond Plaza, salah satu mal kelas atas di Saigon mata kami pun melihat "Paris Baguette Cafe" yang sangat terkenal itu. Setelah perut kenyang, kami kembali mengeksplor sisi lain kota Saigon yang tak pernah membuat kami bosan. Rupanya sisa-sisa penjajahan Prancis berupa bangunan dengan arsitektur klasik namun elegan terus dirawat sebagai bagian dari keunikan kota ini. Tak heran Saigon sering disebut sebagai Paris Phuong Đông, atau Paris di timur.

Saya pribadi sangat menyukai kota ini, lengkap dengan tamannya yang asri, pedestrian way yang rapi, serta penduduknya yang ramah membuat kota ini nyaris mendekati sempurna sebagai salah satu kota yang ramah bagi penduduk aslinya maupun kepada wisatawan asing yang berkunjung.

Malam semakin larut, dan saatnya kami harus kembali ke hotel (setelah kembali menikmati segarnya segelas Trung Nguyen Coffee) untuk beristirahat karena besok seharian kami akan transit dan mengksplor Singapura. Mata mulai mengantuk, namun di kejauhan musik masih berdentuman mewarnai ramainya Ho Chi Minh City. Saatnya untuk mengucapkan see you again, Vietnam! :)


Sunday, 19 May 2013

Malioboro, Borobudur, dan Trans Jogja

Hari kedua di Jogja selain Malioboro juga akan diisi dengan wisata candi. Apalagi kalau bukan Borobudur dan Prambanan, keduanya sangat indah dan yang paling penting keduanya merupakan peninggalan bersejarah karya anak bangsa -yang sayangnya- terkesan kurang diperhatikan oleh pemerintah akan pengelolaan dan perawatannya.

Setelah puas menyantap breakfast di Hotel Whiz Jalan Dagen (Malioboro area) berupa Gudeg Yu Djum, perjalanan pun dimulai dengan menaiki Trans Jogja rute 2A di Halte Malioboro lalu berhenti di Terminal Jombor. Sempat ada ganti halte sekali (saya lupa nama haltenya) tapi ini bisa ditanyakan kepada petugas Trans Jogja di halte maupun di dalam bus. Secara umum para petugas bus sangatlah ramah dan informatif tentang tujuan dan objek wisata di Yogyakarta. Dari terminal Jombor, naiklah bus jurusan Borobudur (sekitar 1 jam arah Magelang dan ongkosnya 10 ribu). Turunlah di pemberhentian terakhir (tanyakan kepada kondektur di atas bus). Ingatlah bahwa ini adalah bus non-AC, namun mengingat udara di Jogja tidak sepanas di Bali maupun Surabaya rasanya ini tidaklah masalah). Dari terminal terakhir ini, bisa naik andong atau becak ke candinya (biasanya kusir akan menawarkan paket ke tiga candi yang akan membuat Anda bingung karena disitu juga ada Candi Mendut, jadi sebaiknya langsung saja bilang kalau mau ke Candi Borobudur) ongkos sekitar 10-15 ribu (ingat rajin nawar).

Tiket masuk candi harganya 30ribu, dan kompleks candi ini dibuka mulai pukul 6 pagi. Saran saya kalau Anda tidak mau berpanas-panasan dan berjubel dengan turis lain, datanglah pagi hari ketika kompleks candi masih sepi. Setelah masuk, Anda akan ditawari untuk naik kereta untuk mendekati candi. Saran saya naiklah kereta ini, selain tarifnya hanya 10ribu juga ada free air minum botol dan jarak ke candi ternyata lumayan jauh apabila berjalan kaki, lumayan ngirit tenaga terutama bagi Anda yang punya jadwal yang masih cukup padat. Bagi yang mau membeli barang dan oleh-oleh harga di dalam kompleks candi ini termasuk murah dan lebih rasional dibandingkan dengan penjual di pinggir jalan Malioboro (jangan lupa rajin nawar).

Setelah keluar dari Candi Borobudur, kami kembali ke Kota Jogja. Tujuan berikutnya adalah Candi Prambanan. Rute kesini adalah seharusnya kemarin sore sekembalinya dari Solo. Namun karena hujan deras yang tak kunjung berhenti, akhirnya rute Candi Prambanan harus dimasukkan ke hari kedua. Turun di Halte Prambanan, harga tiket masuk ke kompleks candi juga 30ribu. Rupanya karena gempa yang menimpa Jogja pada 2010 silam, saat ini Candi Prambanan cukup rusak parah. Proyek konstruksi ulang dan perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah masih belum dapat menyentuh seluruh sisi candi yang begitu bersejarah ini. Sedih rasanya melihat peninggalan sejarah harus retak-retak dan terkesan diabaikan oleh pemerintah Indonesia.

Sekembalinya dari Candi Prambanan, hari sudah hampir sore ketika kami menaiki Trans Jogja dan turun di Halte Malioboro 2 yang berada dekat dengan Jalan Dagen. Karena seharian sudah berkeliling dan menikmati keindahan candi, malamnya kami mengunjungi Plaza Ambarukmo Jogja yang konon merupakan salah satu mall terbesar di kota ini. Dan benar saja, malam itu suasana cukup ramai. Setelah berkeliling dan mencoba beberapa cakes, kami akhirnya kembali lagi ke Malioboro untuk menikmati suasana khas Jogja. Di dekat Mal Malioboro kami mencoba Artemi Ice Cream yang cukup terkenal dan memang benar bahwa rasanya sangat nikmat dan dapat dicoba.

Thursday, 31 January 2013

Traveling Itu Menular! (Sebuah Tips Traveling)

Gunung Merapi di balik pesawat menuju Yogyakarta.
Percaya atau tidak, traveling itu menular lo. Bagaimana tidak, beberapa hari ini sejak kembali dari Yogyakarta, saya aktif memposting foto-foto selama liburan saya di Instagram dan mengundang begitu banyak komentar melalui mention di twitter. "Jadi pengen liburan ke Jogja", begitu rata-rata komentar yang masuk, di samping pembicaraan di sela-sela jam makan siang di kantor yang menanyakan naik apa ke Jogja, disana kemana saja, berapa kira-kira budgetnya, menginap dimana dan segelintir pertanyaan antusias lainnya.

Di posting setelah ini saya akan berbagi kisah traveling ke Jogja dan Solo minggu lalu, tapi kali ini saya akan berbagi tentang tips traveling agar lebih mengena di hati, cekidot!!

1. Buatlah perencanaan jauh-jauh hari
Karena selain akan mendapatkan harga tiket pesawat yang lebih terjangkau, kita juga bisa mulai membuat planning cuti di hari kejepit yang tentunya membuat cuti kita tidak cepat habis. Coba cek promo di beberapa maskapai penerbangan yang memang sekarang sering perang harga seperti AirAsia, Tiger Mandala, JetStar, hingga Citilink. Kalau tidak mau ketinggalan promonya, langganan saja promo mereka dengan memasukkan alamat email ke situs penerbangan yang bersangkutan. Simpel kok!

2. Carilah hotel/penginapan di lokasi utama
Kalau pergi ke Bali menginaplah di Kuta, kalau pergi ke Kuala Lumpur menginaplah di Bukit Bintang. Begitulah kira-kira. Karena selain mudah untuk mendapatkan makanan, kita juga tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi tambahan kalau akan mengunjungi tempat-tempat ini. Tinggal turun ke lobi hotel dan berbelok sedikit, kita sudah akan menikmati suasana khas dari sebuah kota itu. Bayangkan saja kalau Anda liburan ke Bali dan harus menghadapi macetnya jalanan setiap kali Anda mau ke Kuta. Woghh!

3. Jangan ragu bertanya dan mengumpulkan informasi
Khususnya bagi tipe budget ato backpacker traveler, kaya akan informasi dari sebuah tempat yang mau dikunjungi itu sifatnya kudu dan wajib. Informasi dan pengetahuan adalah bekal utama untuk "menaklukkan" sebuah tempat. Saat ini berbagai situs jejaring sosial dan traveling seperti TripAdvisor, Lonely Planet, Foursquare, sudah menyediakan informasi menarik terkait sebuah tempat. Jangan sampai minimnya informasi hanya akan membuat waktu traveling banyak terbuang oleh tersasar dan bertanya jalan.

Okey, sekian dulu tipsnya. Jadi tunggu apalagi let's go traveling and breeze away! :)

"Worrying gets you nowhere" (Anonimous)